Bulan suci Ramadan sering kali menjadi momen refleksi bagi banyak orang untuk melihat kembali perjalanan hidup dan pencapaian mereka. Di Kabupaten Bengkalis, sebuah pulau yang kaya akan potensi sumber daya alam namun memiliki tantangan akses pendidikan di beberapa wilayah pelosoknya, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam ikatan mahasiswa daerah menginisiasi sebuah program mulia. Program tersebut dinamakan beasiswa ramadan, sebuah bantuan biaya pendidikan yang dikumpulkan secara swadaya untuk membantu siswa-siswi berprestasi dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan sekolah dengan tenang.
Inisiatif ini lahir dari kepedulian para mahasiswa yang sadar bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memajukan daerah asal mereka. Banyak adik kelas mereka di tingkat SMA atau SMP yang terancam putus sekolah karena kendala biaya, terutama saat beban pengeluaran keluarga meningkat menjelang hari raya. Melalui beasiswa ini, mahasiswa Bengkalis ingin memastikan bahwa tidak ada talenta muda yang layu sebelum berkembang hanya karena masalah finansial. Ini adalah bentuk investasi sosial jangka panjang yang dilakukan oleh pemuda setempat untuk masa depan tanah kelahirannya.
Langkah strategis dalam pengumpulan dana dilakukan dengan cara mahasiswa yang sangat kreatif. Mereka tidak hanya meminta sumbangan, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan penggalangan dana seperti bazar amal, penjualan kaos bertema lokal, hingga kolaborasi dengan para pengusaha sukses asal Bengkalis yang sudah menetap di luar daerah. Mahasiswa bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan antara para dermawan dengan siswa yang benar-benar membutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi nilai utama, di mana setiap dana yang terkumpul dilaporkan secara terbuka melalui kanal media sosial resmi mereka.
Proses seleksi penerima manfaat dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat. Mahasiswa melakukan survei langsung ke rumah-rumah siswa di berbagai penjuru Bengkalis, mulai dari wilayah perkotaan hingga desa-desa pesisir yang jauh dari jangkauan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada nilai rapor, tetapi juga motivasi belajar dan kondisi ekonomi keluarga. Dengan cara ini, beasiswa yang diberikan bukan sekadar santunan, melainkan sebuah bentuk apresiasi atas keteguhan hati para siswa dalam menuntut ilmu di tengah keterbatasan.