Membangun kekuatan fisik di lingkungan pesisir memberikan tantangan sekaligus keuntungan tersendiri bagi para pelari jarak jauh di wilayah Kepulauan Riau. Bagi mahasiswa yang tergabung dalam komunitas olahraga di Bengkalis, medan pasir yang tidak stabil menjadi sarana latihan yang sangat efektif untuk memperkuat otot-otot kecil di sekitar pergelangan kaki dan betis. Kegiatan rutin bertajuk Endurance Run yang diinisiasi oleh Bapomi Bengkalis bertujuan untuk menguji batas kemampuan fisik para atlet di medan yang tidak biasa. Dalam pelaksanaannya, para peserta diajarkan untuk memahami keuntungan latihan daya tahan agar mereka tetap mampu menjaga ritme pernapasan di tengah hembusan angin laut yang kencang. Dengan latihan yang konsisten, para mahasiswa diharapkan mampu taklukkan garis pantai yang panjang dan menantang, sekaligus membentuk stamina baja yang akan menjadi modal utama dalam menghadapi kompetisi atletik tingkat regional.
Berlari di atas permukaan pasir menuntut kerja otot dua kali lebih keras dibandingkan berlari di atas lintasan tartan atau aspal. Hal ini disebabkan oleh sifat pasir yang menyerap energi pijakan, sehingga kaki harus melakukan dorongan lebih kuat untuk melangkah maju. Bagi atlet Bapomi Bengkalis, latihan ini bukan hanya soal kecepatan, melainkan tentang membangun daya tahan aerobik yang maksimal. Udara laut yang kaya akan ion negatif di sepanjang pantai Bengkalis juga dipercaya memberikan efek relaksasi pada pikiran, sehingga rasa lelah yang muncul akibat latihan beban tinggi dapat terkompensasi dengan kondisi psikologis yang lebih segar. Ketangguhan mental seorang pelari benar-benar diuji saat mereka harus melawan hambatan alam secara langsung setiap pagi.
Selain aspek fisik, pengaturan strategi hidrasi sangat krusial dalam lari jarak jauh di daerah tropis. Suhu udara yang panas dan kelembapan yang tinggi di pesisir dapat mempercepat proses dehidrasi jika tidak diantisipasi dengan baik. Bapomi Bengkalis selalu membekali para atletnya dengan pengetahuan mengenai asupan elektrolit yang tepat sebelum dan sesudah sesi latihan berat. Stamina yang kuat tidak hanya lahir dari kaki yang perkasa, tetapi juga dari manajemen nutrisi yang cerdas. Mahasiswa diajarkan untuk mendengarkan sinyal tubuh mereka; kapan harus menambah kecepatan dan kapan harus menjaga ritme agar tidak mengalami overtraining yang dapat berujung pada cedera jangka panjang.