Dalam dunia pembentukan fisik bagi atlet mahasiswa, sering kali terjadi kesalahpahaman bahwa kekuatan hanya bisa didapat melalui beban yang sangat berat. Namun, melalui Program Angkat Beban Ringan, organisasi di Dharmasraya memperkenalkan metode latihan yang berfokus pada volume repetisi yang tinggi untuk meningkatkan daya tahan otot (endurance) dan hipertrofi fungsional. Teknik ini sangat efektif bagi atlet yang membutuhkan kestabilan otot dalam durasi pertandingan yang lama tanpa harus mengorbankan kelincahan akibat massa otot yang terlalu besar. Dengan beban yang terkontrol, fokus latihan beralih pada kualitas kontraksi otot dan ketahanan terhadap kelelahan, yang merupakan kunci utama performa atletik yang stabil di lapangan.

Metode repetisi tinggi dengan beban ringan bekerja dengan menyasar serat otot tipe satu atau serat otot merah yang memiliki daya tahan tinggi. Di Dharmasraya, para atlet diarahkan untuk melakukan gerakan dengan beban sekitar 40% hingga 60% dari beban maksimal (1RM) mereka, namun dilakukan dalam rentang 15 hingga 25 repetisi per set. Keunggulan utama dari pendekatan ini adalah minimnya risiko cedera pada persendian dan ligamen dibandingkan dengan latihan beban berat yang eksplosif. Hal ini memungkinkan para mahasiswa untuk tetap berlatih beban secara intensif di sela-sela jadwal kuliah mereka yang padat tanpa harus mengalami kelelahan saraf pusat yang berlebihan (central nervous system fatigue).

Selain peningkatan daya tahan, program ini juga sangat baik untuk memperbaiki koneksi antara otak dan otot (mind-muscle connection). Dengan repetisi yang banyak, atlet memiliki kesempatan lebih besar untuk merasakan setiap serat otot yang bekerja dan memperbaiki form atau postur gerakan mereka. Kesalahan teknik sekecil apa pun akan lebih mudah terdeteksi ketika otot mulai merasa panas atau “burn” akibat penumpukan asam laktat yang terkendali. Pelatih di Dharmasraya menekankan bahwa keindahan dari latihan repetisi tinggi adalah kemampuannya untuk membentuk otot yang lebih padat dan memiliki definisi yang jelas, sekaligus meningkatkan efisiensi vaskularisasi darah ke jaringan otot.

Kategori: Berita