Penguasaan sains penerbangan dan keterampilan mengendalikan pesawat model tanpa mesin diperlombakan oleh BAPOMI Bengkalis dalam ajang seleksi kualifikasi wilayah pesisir. Kategori layang thermal menuntut atlet mampu memanfaatkan arus udara panas yang membumbung ke atas guna mempertahankan pesawat model melayang selayang mungkin di udara. Penyelenggaraan kualifikasi aeromodelling F3J thermal soaring menguji ketepatan analisis meteorologi lapangan serta keahlian mendaratkan pesawat di titik target secara presisi. Penguasaan cabang olahraga aeromodelling menjadi ajang pembuktian kecerdasan rekayasa teknis para mahasiswa Bengkalis.
Sirkuit kualifikasi yang mengambil tempat di lapangan terbuka Bengkalis menjadi saksi keahlian para penyeret kabel peluncur dan pilot kendali jarak jauh. Pesawat model berbentang sayap lebar ditarik menggunakan tali manual hingga mencapai ketinggian maksimal sebelum dilepaskan melayang bebas mencari arus termal. Pilot di darat harus secara peka merasakan pergerakan angin dan perubahan suhu untuk mengarahkan pesawat menuju kantong udara hangat.
Tantangan terbesar berada pada kalkulasi waktu penerbangan yang ditetapkan selama sepuluh menit penuh tanpa boleh lebih atau kurang dari batas toleransi. Pilot dituntut mengendalikan gaya angkat pesawat agar tidak turun terlalu cepat namun tetap berada dalam jangkauan sirkuit pendaratan. Keahlian mendaratkan hidung pesawat tepat di titik pusat target memberikan poin bonus yang sangat krusial bagi skor akhir.
BAPOMI Bengkalis memfasilitasi kebutuhan teknis atlet dengan menyediakan area bengkel perawatan pesawat serta alat pengukur kecepatan angin digital di lokasi lomba. Tim penyeleksi mengamati tidak hanya durasi terbang pesawat, tetapi juga kualitas pembuatan aerodinamika struktur sayap buatan mahasiswa. Kreativitas merancang pesawat yang ringan namun kokoh menjadi salah satu elemen penting penilaian rekayasa.
Atlet mahasiswa yang berhasil lolos kualifikasi akan mendapatkan bimbingan intensif dari pakar aeromodelling untuk memantapkan teknik pembacaan arus angin di berbagai kondisi cuaca. Pemusatan latihan disiapkan untuk menghadapi kejuaraan tingkat nasional dengan target meraih medali emas. Bengkalis optimistis mampu berbicara banyak pada cabang dirgantara ini.
Penyelenggaraan kualifikasi aeromodelling oleh BAPOMI Bengkalis membuktikan integrasi yang kuat antara ilmu pengetahuan rekayasa dan prestasi olahraga di kalangan perguruan tinggi. Semangat inovasi para mahasiswa dalam menguasai teknologi dirgantara patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya. Bengkalis siap mengudara dan meraih prestasi terbaik di kancah nasional.