Olahraga perahu naga merupakan simbol puncak kerja sama tim, kekuatan fisik mendadak, serta penyelarasan Irama kayuhan di atas permukaan air. Pada nomor dua belas personil putri, keterpaduan tenaga dari sepuluh pengayuh, satu pemukul drum pengatur irama, serta satu juru mudi menjadi penentu utama laju perahu mencapai garis akhir. Pelaksanaan kualifikasi pendayung diselenggarakan secara ketat untuk menyaring atlet putri yang memiliki kekuatan otot lengan, daya tahan jantung, serta kedisiplinan tinggi dalam menyamakan dayungan.
Kekuatan dayung perorangan dan daya tahan anaerobik diuji secara objektif menggunakan mesin simulator dayung serta tes mendayung langsung di lintasan perairan terbuka. Selama kualifikasi pendayung perahu naga ini, tim penilai mengamati dengan cermat daya tahan kecepatan kayuhan atlet dari awal hingga akhir jarak tempuh. Pengayuh putri dituntut memiliki ledakan tenaga di menit-menit awal untuk mengambil posisi terdepan dari perahu lawan. Sinkronisasi masukan bilah dayung ke dalam air harus terjadi secara bersamaan tanpa ada selisih waktu.
Peran penabuh drum di bagian depan perahu tidak kalah krusial dalam menjaga ritme kayuhan seluruh pengayuh sepanjang balapan berlangsung. Bunyi pukulan drum yang stabil dan tegas memberikan semangat sekaligus petunjuk kapan irama kayuhan harus ditingkatkan menuju finis. Sementara itu, juru mudi di bagian belakang bertugas menjaga perahu tetap melaju di tengah lintasan tanpa oleng kanan atau kiri. Harmonisasi seluruh elemen di atas perahu menciptakan kecepatan luncur yang maksimal.
Prosedur seleksi kualifikasi nomor perahu kecil ini merujuk pada standar kualifikasi pendayung tim perahu naga kualifikasi besar guna memastikan para pendayung memiliki fleksibilitas tinggi saat dipindahkan ke berbagai format perahu perlombaan. Data performa fisik dan tes daya tahan tubuh menjadi acuan utama tim pelatih dalam menentukan posisi duduk ideal bagi setiap atlet di atas perahu naga. Pemetaan posisi yang tepat akan memaksimalkan dorongan air ke belakang.
Kekompakan mental dan rasa kebersamaan terus dipupuk melalui pemusatan latihan bersama selama berbulan-bulan di tempat pelatihan dayung. Para atlet putri ditempa untuk saling mempercayai kemampuan rekan satu perahu saat menghadapi gelombang air dan hembusan angin kencang di lapangan perlombaan. Kepercayaan diri tim yang kokoh membuat mereka mampu mempertahankan fokus dan tidak panik ketika perahu musuh mencoba menyalip di lintasan sebelah.
Melalui seleksi yang profesional dan latihan yang tidak kenal lelah, tim perahu naga putri daerah ini optimistis mampu membawa pulang medali emas pada ajang kejuaraan mendatang. Dukungan sarana perahu standar internasional dan asupan gizi yang terjaga menjadi komitmen utama pengurus olahraga daerah bagi para atlet. Skuad dayung putri ini siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional.