Salah satu aspek utama yang dipelajari adalah keunggulan latihan kelincahan yang dilakukan di atas permukaan yang tidak stabil. Berbeda dengan lantai semen atau aspal, tanah dan pasir memberikan resistensi alami yang jauh lebih tinggi. Saat seorang atlet melakukan gerakan zigzag atau shuttle run di atas pasir, kaki akan cenderung sedikit terbenam, yang memaksa otot-otot kecil di sekitar pergelangan kaki dan betis untuk bekerja lebih keras demi mempertahankan stabilitas. Latihan di medan tanah yang tidak rata juga melatih propriosepsi, yaitu kemampuan otak untuk merasakan posisi tubuh di ruang angkasa. Hal ini sangat krusial untuk mencegah cedera karena tubuh menjadi lebih terbiasa bereaksi terhadap perubahan permukaan yang mendadak.
Pemanfaatan pasir sebagai media latihan juga memberikan dampak signifikan pada kekuatan ledak atau explosive power. Karena pasir menyerap sebagian besar energi dari tolakan kaki, atlet harus mengeluarkan tenaga dua kali lipat lebih besar untuk mencapai kecepatan yang sama dengan di lintasan lari biasa. Di wilayah Bengkalis, di mana banyak terdapat area pesisir dan lahan tanah yang luas, latihan semacam ini menjadi menu harian yang wajib. Ketika atlet yang sudah terbiasa berlatih di medan berat ini berpindah ke lapangan pertandingan yang standar, mereka akan merasakan peningkatan kecepatan dan daya tahan yang luar biasa. Langkah kaki mereka menjadi lebih ringan dan responsif, memberikan keunggulan kompetitif saat harus mengejar bola atau menghindari lawan.
Selain aspek fisik, latihan di luar ruangan dengan medan yang menantang juga memberikan penyegaran mental. Rutinitas latihan di dalam ruangan sering kali memicu kejenuhan. Dengan membawa atlet ke alam terbuka, suasana latihan menjadi lebih dinamis dan menyenangkan. Hal ini meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa untuk terus mendorong batas kemampuannya. Pelatih di daerah ini juga sering mengombinasikan latihan kelincahan dengan simulasi taktik permainan, sehingga atlet belajar untuk tetap berpikir jernih dan mengambil keputusan cepat meskipun otot-otot kaki mereka sudah mulai merasa lelah akibat beban latihan di permukaan pasir yang berat.
Kesimpulannya, integrasi antara kearifan lokal dalam memanfaatkan potensi geografis dan ilmu kepelatihan modern adalah kunci kesuksesan atlet daerah. Kelincahan yang diasah melalui tantangan alam akan menghasilkan fisik yang lebih tangguh dan tahan banting.