Kabupaten Bengkalis memiliki pesona bawah laut yang luar biasa, namun ekosistem ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Menyadari potensi sekaligus ancaman tersebut, BAPOMI Bengkalis menginisiasi sebuah gerakan yang menggabungkan olahraga air dan aksi lingkungan. Melalui sebuah misi Snorkeling Sambil Konservasi yang terukur, para atlet mahasiswa diajak untuk menjelajahi kedalaman laut bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan untuk menjaga keberlangsungan hidup biota laut. Kegiatan ini menjadi jembatan antara semangat muda para mahasiswa dengan tanggung jawab moral menjaga warisan alam di wilayah pesisir Riau.

Langkah ini dimulai dengan memberikan pelatihan khusus bagi para atlet mengenai teknik menyelam permukaan yang aman dan tidak merusak lingkungan. Aktivitas snorkeling yang biasanya hanya dianggap sebagai hiburan wisatawan, di tangan BAPOMI bertransformasi menjadi sarana pemantauan ekosistem. Para mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi kesehatan karang serta mendeteksi keberadaan sampah laut yang tersangkut di sela-sela bebatuan. BAPOMI Bengkalis percaya bahwa mahasiswa olahraga memiliki kapasitas fisik yang mumpuni untuk melakukan tugas-tugas lapangan yang menuntut ketahanan di bawah air dalam durasi yang cukup lama.

Inti dari kegiatan ini adalah program rehabilitasi atau konservasi secara swadaya. Mahasiswa terlibat langsung dalam pemasangan substrat atau media tanam karang baru di area yang telah mengalami kerusakan. Mereka belajar bagaimana fragmen karang harus ditempatkan agar dapat tumbuh optimal dan membentuk koloni baru. Proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi, nilai-nilai yang juga ditanamkan dalam disiplin olahraga. Dengan menyentuh langsung dasar laut, para mahasiswa membangun ikatan emosional yang kuat dengan alam, menyadari bahwa keindahan terumbu karang adalah aset masa depan yang tidak ternilai harganya bagi sektor pariwisata dan perikanan lokal.

Selain aksi fisik di bawah air, BAPOMI juga melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat pesisir dan wisatawan yang berkunjung. Mereka membagikan pengetahuan tentang pentingnya tidak menginjak karang dan menggunakan tabir surya yang ramah lingkungan. Mahasiswa berperan sebagai duta lingkungan yang mampu menjelaskan secara saintifik namun sederhana mengenai peran karang sebagai pelindung pantai dari abrasi. Sinergi antara olahraga dan sains ini menciptakan model pengabdian masyarakat yang sangat relevan dengan isu global saat ini. Bengkalis kini memiliki barisan pemuda yang siap siaga menjaga kedaulatan ekologi mereka melalui hobi yang positif.

Kategori: Berita