Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI Bengkalis) meningkatkan status waspada terhadap modus penipuan obat palsu yang berkedok suplemen olahraga, sebuah ancaman yang sangat berbahaya bagi integritas olahraga dan kesehatan atlet. Modus penipuan ini seringkali marak terjadi menjelang event akbar ketika permintaan untuk peningkat performa ilegal melonjak.

BAPOMI Bengkalis menjelaskan bahwa obat palsu ini menggunakan kemasan yang meyakinkan dari merek suplemen olahraga terkenal, namun isinya adalah produk berbahaya seperti zat terlarang (misalnya steroid anabolik atau stimulan) atau bahan kimia dosis tinggi yang tidak disajikan pada label. Modus penipuan ini adalah bahaya tersembunyi yang dapat menyebabkan mahasiswa atlet gagal tes doping secara tidak sengaja, sekaligus merusak hati, ginjal, dan sistem kardiovaskular.

BAPOMI Bengkalis memberikan tips pengawasan untuk meningkatkan waspada terhadap modus penipuan ini. Pertama, mahasiswa atlet wajib dihindari membeli suplemen olahraga dari sumber yang tidak resmi, seperti media sosial atau penjual online tanpa izin edar jelas. Kedua, curigai harga yang jauh lebih murah dari harga pasar. Ketiga, periksa detail kemasan; obat palsu seringkali memiliki kualitas cetakan yang buruk atau segel yang tidak rapi.

BAPOMI Bengkalis menyelenggarakan edukasi faktual dan aktual tentang modus penipuan obat palsu ini, menekankan bahwa integritas mahasiswa atlet adalah prioritas. BAPOMI Bengkalis menyediakan checklist perlindungan diri yang mencakup cara cek izin edar dan protokol kesehatan yang ketat dalam manajemen obat. BAPOMI Bengkalis berupaya agar mahasiswa atlet mereka terkawal dari segala bentuk produk berbahaya.

Melalui peringatan waspada modus penipuan obat palsu ini, BAPOMI Bengkalis menjalankan dukungan non-teknis yang krusial. BAPOMI Bengkalis berkomitmen untuk melindungi kesehatan atlet dan memastikan bahwa performa puncak dicapai dengan sportivitas dan sehat di Ajang Bangkok.

Kategori: Berita