Isu pungutan liar (Pungli) di lingkungan olahraga mahasiswa menjadi momok yang mengancam integritas dan kesejahteraan atlet. Di Bengkalis, Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) mengambil langkah revolusioner untuk memberantas praktik Pungli dengan menerapkan Sistem Pengeluaran Dana yang ketat dan diawasi langsung oleh pihak kampus. Inisiatif ini adalah upaya konkret untuk memastikan bahwa setiap rupiah dana pembinaan benar-benar sampai kepada atlet mahasiswa dan digunakan sesuai peruntukannya.
Pungli dalam konteks olahraga mahasiswa bisa berupa pemotongan uang saku, biaya administrasi fiktif untuk pencairan dana beasiswa, atau permintaan biaya tak resmi untuk mendapatkan perlengkapan latihan yang seharusnya sudah dialokasikan. Praktik ini merusak moral atlet, mengurangi motivasi, dan secara langsung menghambat kualitas pembinaan. BAPOMI Bengkalis menyadari bahwa perubahan harus dimulai dari struktur tata kelola keuangan internal.
Kunci Sukses Sistem Pengeluaran Dana yang Terawasi
Untuk memerangi Pungli, BAPOMI Bengkalis mendesain Sistem Pengeluaran Dana baru yang menekankan transparansi, otorisasi ganda, dan audit eksternal.
- Otorisasi dan Verifikasi Berjenjang: Setiap permintaan Pengeluaran Dana (misalnya, untuk try out atau pembelian suplemen) harus melalui otorisasi berlapis. Tidak ada satu individu pun, termasuk ketua BAPOMI atau pelatih kepala, yang dapat mencairkan dana tanpa verifikasi dari tim bendahara kampus yang independen.
- Sistem Non-Cash untuk Atlet: Untuk menghindari praktik pemotongan tunai (Pungli), uang saku dan insentif atlet langsung ditransfer ke rekening bank masing-masing. Sistem ini menghilangkan middleman yang berpotensi melakukan Pungli dan memberikan catatan transaksi yang jelas.
- Pengawasan Pihak Kampus yang Intensif: Sistem Pengeluaran Dana kini berada di bawah pengawasan langsung unit keuangan atau inspektorat kampus. Pihak kampus memiliki wewenang penuh untuk melakukan audit mendadak dan memverifikasi keabsahan setiap kuitansi dan dokumen pertanggungjawaban.
- Saluran Pelaporan Aman: BAPOMI menjamin ketersediaan saluran pelaporan anonim yang dikelola oleh pihak kampus (bukan oleh pengurus BAPOMI). Atlet yang mengalami atau mengetahui praktik Pungli dapat melaporkan tanpa takut adanya intimidasi atau sanksi.
Dampak Positif pada Lingkungan Pembinaan
Penerapan Sistem Pengeluaran Dana yang ketat ini secara signifikan mengurangi peluang terjadinya Pungli dan meningkatkan akuntabilitas BAPOMI Bengkalis. Lingkungan pembinaan menjadi lebih sehat dan atlet merasa lebih dihargai karena dana yang seharusnya mereka terima sampai secara utuh.