Persiapan Peparnas XVII yang berlangsung pada 6-13 Oktober 2024 di Solo Raya telah memasuki fase krusial bagi Kontingen Papua. Tim para-renang Papua, yang dikenal sebagai salah satu lumbung medali, memilih Palembang sebagai lokasi Training Center (TC) terakhir mereka. Keputusan ini menunjukkan keseriusan Papua dalam menghadapi Pekan Paralimpiade Nasional yang sangat kompetitif.
Sebanyak 33 atlet para-renang dari Papua menjalani pemusatan latihan intensif di Palembang. Pemilihan Palembang sebagai lokasi TC dalam Persiapan Peparnas XVII didasari oleh fasilitas kolam renang yang memadai dan kondisi lingkungan yang nyaman. Para atlet dapat fokus berlatih tanpa banyak gangguan, didukung oleh infrastruktur olahraga yang telah teruji.
Asisten Pelatih Renang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Papua, Tegar, menjelaskan bahwa TC di Palembang merupakan bagian dari Persiapan Peparnas yang komprehensif. Program latihan mencakup peningkatan fisik, teknik, dan mental para atlet. Dari 33 atlet ini, sekitar 25 atlet terbaik kemudian diseleksi untuk diberangkatkan ke Solo.
Sebelumnya, atlet para-renang Papua memang telah menunjukkan dominasi di beberapa edisi Peparnas. Pada Peparnas XVI di Papua, mereka berhasil meraih banyak medali. Rekam jejak ini menjadi motivasi tambahan bagi tim dalam Persiapan Peparnas XVII untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi mereka.
Meskipun menghadapi tantangan anggaran yang minim dari pemerintah provinsi, semangat juang para atlet Papua tidak pernah padam. Mereka tetap berlatih dengan gigih, menunjukkan dedikasi luar biasa untuk mengharumkan nama daerah. Kondisi ini menjadi bukti ketahanan mental mereka dalam Persiapan Peparnas XVII.
Pihak NPCI Papua terus berupaya mencari solusi dan dukungan tambahan untuk memastikan kebutuhan atlet terpenuhi. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan atlet difabel, yang seringkali memiliki kebutuhan berbeda dari atlet non-difabel. Kesejahteraan atlet adalah prioritas.
Kehadiran tim para-renang Papua di Palembang juga menjadi ajang uji coba dan adaptasi. Mereka berkesempatan untuk berlatih di fasilitas yang berbeda dan menghadapi tantangan baru. Ini penting dalam Persiapan Peparnas XVII agar atlet siap menghadapi berbagai kondisi di Solo nanti.