Di era media sosial yang serba cepat, prestasi di lapangan pertandingan sering kali belum cukup untuk menjamin keberlanjutan karier seorang olahragawan. Fenomena ini disadari sepenuhnya di wilayah pesisir Riau, di mana para mahasiswa yang tergabung dalam pembinaan olahraga mulai diajarkan untuk melek teknologi informasi. Konsep Personal Branding kini menjadi kurikulum tambahan yang tidak kalah pentingnya dengan latihan fisik harian. Tujuannya adalah agar setiap mahasiswa mampu mempresentasikan diri mereka sebagai aset yang berharga bagi daerah, sponsor, dan institusi pendidikan mereka sendiri melalui platform digital yang tersedia.

Bagi seorang Atlet BAPOMI Bengkalis, membangun identitas diri yang kuat di dunia maya adalah sebuah kebutuhan strategis. Hal ini bukan tentang pamer atau mencari popularitas semata, melainkan tentang membangun kredibilitas dan profesionalisme. BAPOMI di wilayah ini memberikan pelatihan mengenai bagaimana menampilkan aktivitas latihan, kedisiplinan belajar, dan semangat sportivitas melalui konten yang berkualitas. Dengan citra diri yang positif, atlet mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan beasiswa, sponsor peralatan, hingga tawaran kerja profesional setelah mereka menanggalkan status mahasiswanya nanti.

Mengelola Citra Digital memerlukan kehati-hatian dan kecerdasan emosional yang tinggi. Mahasiswa diajarkan untuk tidak terjebak dalam komentar negatif atau perilaku yang dapat merusak nama baik almamater di media sosial. Sebaliknya, mereka didorong untuk menjadi influencer bagi gaya hidup sehat di lingkungan kampus. Citra digital yang dibangun harus mencerminkan keseimbangan antara kerja keras di arena olahraga dan dedikasi di ruang kelas. Konsistensi dalam mengunggah narasi perjuangan, keberhasilan bangkit dari cedera, hingga pencapaian akademik akan menciptakan koneksi emosional dengan pengikut mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai tawar sang atlet.

Ada beberapa Cara praktis yang diterapkan dalam program branding ini. Pertama, mahasiswa diarahkan untuk merapikan portofolio digital mereka, mulai dari pemilihan foto profil yang profesional hingga penggunaan bio yang jelas mengenai disiplin olahraga dan pencapaian mereka. Kedua, mereka diajarkan teknik bercerita (storytelling) yang menarik namun tetap jujur. Ketiga, BAPOMI Bengkalis juga memfasilitasi sesi fotografi profesional agar para atlet memiliki stok aset visual yang mumpuni untuk kebutuhan publikasi. Pendekatan ini memastikan bahwa ketika nama seorang atlet dicari di mesin pencari, hasil yang muncul adalah deretan prestasi dan kegiatan positif yang menginspirasi.

Kategori: Berita