Di tengah pesatnya arus globalisasi dan dominasi permainan modern berbasis digital, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Olahraga Tradisional sering kali terlupakan oleh generasi muda. Memahami pentingnya menjaga akar budaya, BAPOMI Bengkalis mengambil langkah strategis dengan terjun langsung ke panti asuhan untuk mengenalkan kembali Warisan Leluhur kepada anak-anak yatim. Kegiatan ini bukan hanya sekadar mengajak anak-anak bermain, melainkan sebuah proses edukasi mendalam mengenai Kearifan Lokal yang tersimpan di balik setiap gerakan dan aturan main permainan tradisional daerah kita.
BAPOMI Bengkalis percaya bahwa olahraga tradisional adalah cerminan dari karakteristik masyarakat kita yang menjunjung tinggi gotong royong, kesabaran, dan kejujuran. Saat anak-anak yatim memainkan permainan seperti gasing, hadang, atau congklak, mereka tidak hanya mengasah fisik dan motorik, tetapi juga belajar tentang filosofi hidup. Misalnya, dalam permainan hadang, setiap pemain dituntut untuk berstrategi, saling menjaga satu sama lain, dan patuh pada aturan tanpa perlu ada wasit yang tegas, karena kejujuran adalah harga diri utama dalam budaya tersebut.
Melalui pendampingan rutin, BAPOMI Bengkalis menciptakan ruang di mana nilai-nilai tradisional tersebut dapat dipraktikkan dengan cara yang menyenangkan. Instruktur dari BAPOMI menjelaskan kepada anak-anak bahwa permainan tradisional adalah bukti nyata kecerdasan leluhur dalam memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk menciptakan hiburan yang mendidik. Bambu, kayu, atau biji-bijian, di tangan yang tepat, bisa menjadi sarana untuk melatih ketangkasan dan kecerdasan berpikir. Anak-anak pun menjadi lebih kreatif dan mulai menghargai lingkungan sekitar mereka.
Kegiatan ini sangat berdampak pada perkembangan mental anak-anak yatim di Bengkalis. Mereka merasa bangga menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. BAPOMI memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencoba berbagai jenis permainan. Tawa ceria yang muncul di lapangan panti asuhan membuktikan bahwa olahraga tradisional memiliki daya tarik yang kuat jika dikemas dengan pendekatan yang tepat dan kasih sayang yang tulus dari para mentor.
Para pengasuh panti asuhan di Bengkalis sangat mengapresiasi inisiatif BAPOMI. Mereka melihat adanya perubahan positif dalam cara anak-anak berinteraksi satu sama lain. Nilai-nilai kearifan lokal seperti saling menghargai dan kerja sama tim mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di panti. Anak-anak menjadi lebih tenang, lebih sabar, dan memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan teman-teman sebaya mereka. BAPOMI Bengkalis telah berhasil menanamkan rasa memiliki terhadap budaya sendiri di hati para anak yatim.